Negosiasi Tradisi Dan Keyakinan Keagamaan: Studi Tentang Tari Raeleng Tendi Pada Masyarakat Karo Di Desa Sibiru-Biru

Authors

  • Ismail Dasopang Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Herviani Herviani Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Rizka Naine Putri Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Amanda Vidura Silalahi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.55883/jipkis.v6i2.253

Keywords:

Raleng Tendi Dance, Karo community, religion, culture, tradition negotiation., Tari Raleng Tendi, masyarakat Karo, agama, budaya, negosiasi tradisi.

Abstract

This study aims to analyze the negotiation process between cultural traditions and religious beliefs in the practice of the Raleng Tendi Dance among the Karo community in Sibiru-biru Village. The Raleng Tendi Dance is a tradition rooted in the Pemena belief system and originally functioned as a ritual to recall the tendi (soul) as part of a healing process. With the spread of formal religions such as Islam and Christianity, this tradition has undergone various adjustments in its implementation. This research employs a qualitative method with a descriptive approach through interviews with traditional leaders and religious leaders, supported by a literature review. The findings reveal that the Karo community has not entirely abandoned the Raleng Tendi Dance; instead, they have adapted and reinterpreted its ritual meanings. The tradition is maintained as a cultural identity while being adjusted to contemporary religious values. Based on Peter L. Berger’s Social Construction Theory, the negotiation process occurs through the stages of externalization, objectivation, and internalization, resulting in a new understanding that cultural preservation and religious practice can coexist harmoniously. This study demonstrates that the relationship between religion and culture in Karo society is more often manifested through accommodation and integration rather than conflict.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdullah, A., Rafida, T., & Rohman, F. (2025). Religious moderation volunteer strategy in improving good religious practices of the Muslim minority community in Sari Laba Village, Sibiru-biru District. Journal of Educational Sciences, 9(3), 1683–1691.

Adlin, D., Heniwaty, Y., & Irwansyah. (2017). Pendekatan tekstual dan kontekstual struktur landek dalam pembelajaran teknik tari Karo. BAHAS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 28(4)

Bangun, F. C. (2014). Fungsi tari dalam upacara adat ngeletarken pada masyarakat Karo. Gesture: Jurnal Seni Tari, 3(1).

Bangun, T. (1986). Manusia Batak Karo. Inti Idayu Press.

Depari, K. F. (2022). Ritual penganut Hindu Pemena di Cilinggam Arih Ersada, Desa Namorube Julu, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang [Skripsi, Universitas Negeri Medan].

Dharma, F. A. (2015). Konstruksi realitas sosial: Pemikiran Peter L. Berger tentang kenyataan sosial. Kanal: Jurnal Ilmu Komunikasi, 7(1), 45–57.

Gafur, A., Rusli, R., Mardiyah, A., Anica, & Mungafif. (2022). Agama, tradisi budaya, dan peradaban. Medina-Te: Jurnal Studi Islam, 18(1), 1–14.

Ginting, J. B., Suci, T., Ginting, C. N., & Indriyanto, K. (2026). Pemena: Toward a relational ecophilosophy of health among the Karo people of North Sumatra. Studia Ecologiae et Bioethicae, 24(2).

Ginting, Y. A., Gulo, H., Sianipar, A., Zefanya, C., & Sinaga, W. (2024). Peran tari Batak Toba dalam ritual upacara budaya adat Batak Toba. Jurnal Budaya FIB UB, 5(2),

Lubis, M. A. (2017). Budaya dan solidaritas sosial dalam kerukunan umat beragama di Tanah Karo. Sosiologi Agama: Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama dan Perubahan Sosial, 11(2), 241–258.

Pasaribu, J. H., Sianipar, T., Lubis, A., Sitorus, L., & Sinulingga, J. (2025). Makna simbolis upacara adat nurun-nurun dalam sistem kepercayaan masyarakat Batak Karo. Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan, 7(2),

Putri, H., & Nurwani. (2025). Interpretasi tari ritual Raleng Tendi pada suku Karo: Perspektif hermeneutika. GESTUS: Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni, 1(2).

Rahmawati, I., Mahmudah, I., & Kornalisa. (2024). Pendampingan seni tari tradisional sebagai upaya pelestarian budaya untuk meningkatkan kreativitas siswa MI Darul Ulum Kota Palangka Raya. Sindoro: Cendikia Pendidikan, 8(1),

Rohwati, S., Badrudin, & Mamnuah, A. (2025). Negosiasi Islam dan tradisi lokal dalam praktik sedekah laut: Studi kajian antropologis. Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 10(2)

Supriadin, I., & Pababari, M. (2024). Dialektika dan proses inkulturasi agama dan budaya lokal di Indonesia. Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam dan Pendidikan, 16(2).

Tanjung, F., Sinaga, R., Tarigan, T. B., Surbakti, A. C. A. B., Tarigan, A. L. B., & Siagian, D. S. M. (2024). Sejarah masuknya Islam di Tanah Karo dan peninggalan sejarah Islam di Tanah Karo. Innovative: Journal of Social Science Research, 4(3).

Tarigan, K. (2022). Gaya melodis dan makna chanting ritual "Bulung-Bulung Si Melias Gelar" pada masyarakat Karo. Gondang: Jurnal Seni dan Budaya, 6(1),

Zada, K. (2007). Agama tradisi & tradisi agama: Pertarungan, negosiasi, dan akomodasi. Lakpesdam NU.

Downloads

Published

2026-07-07

How to Cite

Dasopang, I., Herviani, H., Putri, R. N. ., & Silalahi, A. V. (2026). Negosiasi Tradisi Dan Keyakinan Keagamaan: Studi Tentang Tari Raeleng Tendi Pada Masyarakat Karo Di Desa Sibiru-Biru. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dan Keislaman, 6(2), 380–388. https://doi.org/10.55883/jipkis.v6i2.253